



Dalam rangka memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (Environment, Health, and Safety/EHS) di lingkungan operasional perusahaan, PT. Nadesico Nickel Industry (NNI) melalui Departemen Material melaksanakan kegiatan inspeksi EHS terpadu ke seluruh area gudang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan penerapan standar keselamatan kerja sekaligus menguji pemahaman karyawan terhadap 10 Larangan Manajemen EHS yang menjadi pedoman utama dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Inspeksi ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan sesuai dengan peraturan keselamatan industri pertambangan dan pengolahan nikel. Selain berfokus pada kondisi fisik area kerja, kegiatan ini juga menitikberatkan pada aspek kesadaran, disiplin, dan pemahaman karyawan terhadap aturan EHS yang berlaku.
Kegiatan inspeksi dilakukan secara menyeluruh di seluruh area gudang yang berada di bawah koordinasi Departemen Material, meliputi:
1. 综合库 (Gudang Umum)
2. 成品库 (Gudang Produk Jadi)
3. 辅材库 (Gudang Support)
4. 危品库 (Gudang Kimia)
5. 工程物资库 (Gudang P8)
6. 地磅房 (Area Timbangan)
7. 汽配库 (Gudang Suku Cadang)
Setiap area gudang memiliki karakteristik risiko yang berbeda, sehingga inspeksi dilakukan secara detail dengan menyesuaikan potensi bahaya yang ada di masing-masing lokasi.
Kegiatan inspeksi ini memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, memastikan seluruh area gudang dalam kondisi aman dan memenuhi standar EHS yang telah ditetapkan perusahaan. Kedua, mengevaluasi kepatuhan karyawan dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) dan menjalankan prosedur kerja yang aman. Ketiga, menguji langsung pemahaman karyawan terhadap 10 Larangan Manajemen EHS sebagai bentuk sosialisasi dan penguatan budaya keselamatan kerja.
Melalui metode tanya jawab langsung di lapangan, tim inspeksi menilai sejauh mana karyawan memahami larangan-larangan kritis yang tidak boleh dilanggar dalam aktivitas kerja, terutama yang berkaitan dengan potensi bahaya tinggi.
Inspeksi dimulai dari 综合库 (Gudang Umum) sebagai pusat penyimpanan berbagai material operasional. Tim inspeksi melakukan pengecekan terhadap kerapihan penataan barang, akses jalur evakuasi, kondisi rak penyimpanan, serta kepatuhan penggunaan APD. Di lokasi ini, karyawan diminta untuk menyebutkan dan menjelaskan kembali beberapa poin dari 10 Larangan Manajemen EHS, khususnya terkait larangan bekerja dalam kondisi berbahaya dan kewajiban melaporkan potensi risiko.
Selanjutnya, inspeksi dilanjutkan ke 成品库 (Gudang Produk Jadi). Area ini memiliki aktivitas keluar masuk barang dengan intensitas tinggi, sehingga aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Tim inspeksi menilai penerapan aturan lalu lintas internal gudang, batas aman penumpukan barang, serta disiplin kerja karyawan. Uji pemahaman EHS dilakukan dengan menanyakan larangan terkait pengoperasian peralatan melebihi batas yang ditetapkan dan larangan bekerja tanpa izin kerja yang sah.
Di 辅材库 (Gudang Bahan Pendukung), inspeksi difokuskan pada pengelolaan material pendukung produksi serta potensi risiko ergonomi dan penanganan manual. Karyawan diuji pemahamannya mengenai larangan meninggalkan tugas tanpa izin serta kewajiban bersikap aktif dalam kondisi darurat.
Salah satu titik krusial dalam kegiatan ini adalah inspeksi di 危品库 (Gudang Kimia). Area ini memiliki tingkat risiko tinggi sehingga penerapan EHS harus dilakukan secara ketat. Tim inspeksi memastikan penyimpanan bahan berbahaya telah sesuai dengan standar, label dan rambu keselamatan terpasang dengan jelas, serta fasilitas penanggulangan darurat dalam kondisi siap pakai.
Karyawan di area ini diuji secara khusus terkait pemahaman larangan merusak atau menonaktifkan fasilitas keselamatan, larangan menangani limbah berbahaya secara ilegal, serta kewajiban mengikuti prosedur isolasi energi saat melakukan pekerjaan pemeliharaan. Hasil uji menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan telah memahami pentingnya kepatuhan terhadap aturan EHS di area berisiko tinggi.
Inspeksi kemudian dilanjutkan ke 工程物资库 (Gudang P8) yang menyimpan material untuk kebutuhan proyek dan perawatan fasilitas. Fokus pemeriksaan mencakup kerapihan penyimpanan, identifikasi material, serta kesiapan dokumen izin kerja. Karyawan diminta menjelaskan larangan menjalankan pekerjaan tanpa persetujuan permit kerja serta larangan memalsukan proses persetujuan.
Di 地磅房 (Timbangan), tim inspeksi menekankan aspek keselamatan lalu lintas kendaraan dan interaksi antara operator dan pekerja di sekitar area timbang. Karyawan diuji pemahamannya mengenai larangan bekerja dalam kondisi tidak aman serta kewajiban melaporkan setiap potensi kecelakaan atau insiden, sekecil apa pun.
Sementara itu, inspeksi di 汽配库 (Gudang Suku Cadang) difokuskan pada pengelolaan suku cadang, penggunaan peralatan kerja, dan kebersihan area kerja. Tim inspeksi mengingatkan kembali larangan bekerja setelah mengonsumsi alkohol, larangan provokasi atau perkelahian di area kerja, serta pentingnya menjaga sikap profesional dan disiplin.
Seluruh rangkaian inspeksi ini mengacu pada 10 Larangan Manajemen EHS yang wajib dipahami dan dipatuhi oleh seluruh karyawan. Larangan-larangan tersebut meliputi, antara lain, larangan memaksa bekerja dalam kondisi berbahaya, larangan melepas sistem pengaman tanpa izin, larangan bekerja tanpa permit kerja, larangan merusak fasilitas keselamatan, hingga larangan memberikan laporan palsu terkait kecelakaan dan data keselamatan.
Melalui uji hafalan dan pemahaman langsung di lapangan, perusahaan tidak hanya menilai sejauh mana karyawan mengingat poin-poin larangan tersebut, tetapi juga memahami makna dan penerapannya dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Secara umum, hasil inspeksi menunjukkan bahwa sebagian besar area gudang Departemen Material telah menerapkan standar EHS dengan baik. Karyawan dinilai cukup memahami 10 Larangan Manajemen EHS, meskipun masih ditemukan beberapa catatan perbaikan, terutama terkait konsistensi penggunaan APD dan ketelitian dalam pelaporan potensi bahaya.
Temuan-temuan tersebut dicatat sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut oleh manajemen, baik dalam bentuk sosialisasi ulang, pelatihan tambahan, maupun perbaikan fasilitas pendukung keselamatan kerja.
Kegiatan inspeksi EHS di seluruh gudang Departemen Material ini merupakan langkah nyata PT. Nadesico Nickel Industry dalam memperkuat budaya keselamatan kerja dan meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya kepatuhan terhadap aturan EHS. Dengan melibatkan karyawan secara langsung melalui uji pemahaman 10 Larangan Manajemen EHS, perusahaan berharap nilai-nilai keselamatan tidak hanya dihafal, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap aktivitas kerja.
Ke depan, kegiatan inspeksi dan sosialisasi EHS akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, sekaligus mendukung keberlangsungan operasional perusahaan secara jangka panjang.




为进一步强化公司运营环境中的安全与健康文化(Environment, Health, and Safety / EHS),PT. Nadesico Nickel Industry(NNI) 通过物料部门组织开展了覆盖全部仓库区域的综合性 EHS 检查活动。本次活动旨在确保各项安全标准的有效落实,同时检验员工对 EHS 管理十大禁令的理解与掌握情况,以其作为日常作业的重要行为准则。
本次检查是公司致力于打造安全、有序并符合镍矿开采及加工行业安全法规工作环境的重要体现。活动不仅关注作业现场的物理安全状况,也重点强化员工对 EHS 规章制度的安全意识、纪律意识及理解程度。
本次 EHS 检查覆盖物料部门管理下的所有仓库区域,包括:
1. 综合库 (Gudang Umum)
2. 成品库 (Gudang Produk Jadi)
3. 辅材库 (Gudang Support)
4. 危品库 (Gudang Kimia)
5. 工程物资库 (Gudang P8)
6. 地磅房 (Area Timbangan)
7. 汽配库 (Gudang Suku Cadang)
由于各仓库区域的风险特性不同,检查工作根据各自潜在危险点进行有针对性的细致检查。
本次检查主要有三项核心目的:
第一,确保所有仓库区域处于安全状态,并符合公司既定的 EHS 标准;
第二,评估员工在使用个人防护装备(PPE)以及执行安全作业流程方面的遵守情况;
第三,通过现场提问的方式,直接检验员工对 EHS 管理十大禁令 的理解情况,进一步强化安全文化建设。
通过现场问答方式,检查小组评估员工对各项不可违反的关键禁令的理解程度,尤其是涉及高风险作业的相关内容。
检查首先从综合库开始,该区域是各类运营物资的集中存放点。检查小组重点查看物资摆放是否整齐、疏散通道是否畅通、货架状态是否安全以及员工是否规范佩戴 PPE。在此过程中,员工被要求复述并说明 EHS 管理十大禁令中的相关内容,尤其是禁止在危险状态下作业以及必须及时上报潜在风险的规定。
随后,检查组前往成品库。该区域货物流转频繁,安全管理尤为重要。检查重点包括仓库内部交通规则的执行情况、货物堆放高度是否符合安全标准以及员工的作业纪律。现场通过提问方式,检验员工对禁止设备超限运行以及禁止无作业许可开展工作的禁令的理解情况。
在辅材库,检查重点放在生产辅助材料的管理、人工搬运及作业姿势所带来的职业健康风险。员工被询问其对未经许可不得擅自离岗以及在紧急情况下必须主动应对等禁令的认知情况。
本次活动的重点之一是对危品库的检查。该区域风险等级较高,对 EHS 管理要求尤为严格。检查小组确认危险化学品存储是否符合标准,安全标识及警示标志是否清晰,紧急应急设施是否处于良好可用状态。
在该区域,员工被重点考核其对禁止损坏或停用安全设施、禁止非法处理危险废弃物以及进行检修作业时必须执行能源隔离程序等禁令的理解情况。检查结果显示,大多数员工已充分认识到在高风险区域严格遵守 EHS 规定的重要性。
随后,检查工作继续在工程物资库(P8)开展。该区域主要存放工程项目及设备维护所需物资。检查重点包括物资分类与标识、仓库整洁度以及作业许可文件的完整性。员工需说明禁止在未获得作业许可的情况下开展工作以及禁止伪造审批流程的相关规定。
在地磅房,检查小组重点关注车辆行驶安全以及操作人员与现场工作人员之间的协同作业安全。员工被询问其对禁止在不安全条件下作业以及必须如实、及时报告任何事故或隐患的理解情况。
在汽配库,检查重点为备品备件管理、工具使用规范以及作业区域的清洁度。检查过程中再次强调禁止饮酒后上岗、禁止争吵、打架或挑衅行为,并要求员工始终保持专业、守纪的工作态度。
整个检查过程严格依据 EHS 管理十大禁令 进行。相关禁令包括但不限于:禁止强迫员工在危险条件下作业、禁止擅自拆除安全联锁装置、禁止无作业许可作业、禁止破坏安全设施以及禁止提供虚假事故或安全数据报告等。
通过现场背诵与理解性提问,公司不仅评估了员工对禁令条款的记忆程度,更注重其在实际工作中的理解与应用能力。
总体来看,物料部门各仓库区域 EHS 管理执行情况良好,大多数员工能够较好地掌握 EHS 管理十大禁令。但检查中仍发现部分需持续改进的问题,主要集中在 PPE 使用的持续一致性以及隐患上报的细致程度方面。
相关问题已作为后续整改和改进的重要依据,将通过再次宣贯、补充培训及完善安全设施等方式持续跟进。
此次覆盖物料部门全部仓库区域的 EHS 检查活动,是 PT. Nadesico Nickel Industry 强化安全生产管理、提升员工安全意识的重要举措。通过现场检验员工对 EHS 管理十大禁令的理解,公司期望安全理念不仅停留在记忆层面,更能落实到每一项具体作业行为中。
未来,公司将持续开展 EHS 检查与宣贯活动,不断营造安全、健康、高效的工作环境,为企业的长期稳定运营提供坚实保障。