Untuk secara efektif meningkatkan kesadaran keselamatan kebakaran di kalangan karyawan, meningkatkan kemampuan penanganan darurat pada tahap awal kebakaran, serta menguji keilmiahan dan kelayakan operasional rencana tanggap darurat, pada pagi hari tanggal 27 Maret, Kantor Manajemen Umum bersama Departemen Manajemen Darurat Kawasan Industri Morowali Utara (NNI) menyelenggarakan simulasi penanganan awal kebakaran di asrama, yang bertempat di gedung asrama karyawan di area hunian. Simulasi ini berpegang pada prinsip “keselamatan sebagai prioritas utama, pencegahan sebagai langkah utama”, dengan mengacu pada skenario yang mendekati kondisi nyata serta menitikberatkan pada efektivitas praktik lapangan, guna meningkatkan kemampuan koordinasi dan respons darurat karyawan secara menyeluruh.

Simulasi kali ini menggambarkan terjadinya kebakaran tahap awal di kamar 317 lantai 3 gedung asrama akibat korsleting listrik. Di lokasi juga disimulasikan adanya asap tebal serta korban yang pingsan dan terjebak akibat menghirup asap. Seiring dengan diaktifkannya alat pembuat asap, simulasi pun resmi dimulai. Petugas di lokasi segera обнаруж “kebakaran” dan dengan cepat memberikan peringatan serta meminta bantuan. Tim komunikasi segera melaporkan situasi kepada Departemen Manajemen Darurat, sementara sistem komando tanggap darurat langsung diaktifkan secara bersamaan.



Setelah menerima laporan, Komandan Umum Li Liang segera mengeluarkan perintah untuk mengaktifkan rencana tanggap darurat. Komandan lapangan, Daibo, dengan cepat menuju lokasi untuk melakukan koordinasi dan pengaturan secara menyeluruh. Seluruh tim tanggap darurat merespons dengan cepat sesuai pembagian tugas dan bekerja secara terpadu. Tim evakuasi dan pemandu dengan tertib mengorganisir proses evakuasi, membimbing karyawan untuk menutup mulut dan hidung dengan handuk basah, serta bergerak dengan posisi rendah dan membungkuk melalui jalur evakuasi menuju area aman. Tim pengamanan lokasi segera menetapkan area sterilisasi untuk memastikan jalur penyelamatan tetap lancar. Sementara itu, tim pemadam dengan sigap memutus aliran listrik dan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) jenis serbuk kering secara tepat, dengan mengarahkan ke sumber api, sehingga berhasil mengendalikan penyebaran api secara efektif.
Pada tahap penyelamatan, tim evakuasi segera memasuki kamar yang “terbakar” untuk melakukan pencarian dan penyelamatan, serta berhasil mengevakuasi “korban yang pingsan” ke area aman. Petugas medis kemudian segera memberikan penanganan darurat. Seluruh proses berlangsung dengan koordinasi yang erat dan tindakan yang efisien, sepenuhnya menunjukkan kemampuan kerja sama yang baik antar tim.

Setelah simulasi selesai, seluruh peserta berkumpul di area yang telah ditentukan. Tim evakuasi melakukan pendataan dan pengecekan jumlah personel satu per satu untuk memastikan tidak ada yang tertinggal. Tim pemadam melaporkan bahwa api telah sepenuhnya dipadamkan dan tidak terdapat risiko penyalaan kembali. Setelah komandan lapangan menyampaikan laporan keseluruhan penanganan kepada komandan umum, status siaga darurat pun secara resmi dinyatakan berakhir.

Pada sesi evaluasi dan penutup, Kepala Bagian Administrasi Kantor Manajemen Umum, Li Liang, serta Kepala Bagian Logistik, Daibo, melakukan peninjauan dan rangkuman atas pelaksanaan simulasi ini. Mereka memberikan apresiasi terhadap kemampuan koordinasi tanggap darurat yang ditunjukkan oleh tim selama latihan, sekaligus menyampaikan arahan konkret terkait aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan. Seluruh karyawan juga diimbau untuk terus memperkuat kesadaran akan keselamatan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari, serta membentuk kebiasaan yang baik. Sementara itu, Xu Xichen dari Departemen Manajemen Darurat menyampaikan bahwa secara keseluruhan, simulasi ini berjalan dengan respons yang cepat, prosedur yang tertib, dan koordinasi yang baik, sehingga berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Ia juga menekankan pentingnya memahami perbedaan antara simulasi dan kondisi nyata di lapangan, serta mendorong pelaksanaan pelatihan lanjutan yang lebih terarah pada setiap tahapan, peningkatan frekuensi latihan, dan penguatan berkelanjutan terhadap kesadaran keselamatan karyawan.

Simulasi ini tidak hanya secara efektif menguji kepraktisan rencana penanganan darurat kebakaran tahap awal di NNI, tetapi juga semakin memperkuat kesadaran keselamatan kebakaran serta kemampuan karyawan dalam melakukan penyelamatan diri dan saling menolong. Ke depan, NNI akan terus menyelenggarakan berbagai pelatihan keselamatan dan simulasi tanggap darurat, guna memperkokoh fondasi manajemen keselamatan dan membangun perlindungan yang kuat bagi perkembangan perusahaan yang berkualitas tinggi.
为切实增强员工消防安全意识,提升初期火灾应急处置能力,检验应急预案的科学性与可操作性,3月27日上午,北莫罗瓦利产业基地(NNI)总经办联合应急管理部在生活区倒班楼组织开展宿舍楼初期火灾现场处置演练。本次演练坚持“安全第一、预防为主”的原则,贴近真实场景,注重实战实效,全面提升员工协同应急能力。

本次演练模拟倒班楼3楼317宿舍因电器短路引发初期火灾,现场伴有烟雾并有人员因吸入烟雾晕倒被困。随着烟雾发生器启动,演练正式拉开帷幕。现场人员第一时间发现“火情”并迅速呼救,通讯组立即向应急管理部报告情况,应急指挥体系同步启动。



接到报告后,总指挥李亮第一时间下达启动应急预案指令,现场指挥代波迅速赶赴现场统筹调度,各应急小组按照分工快速响应、协同作战。疏散引导组有序组织人员撤离,指导员工用湿毛巾捂住口鼻、低姿弯腰沿安全通道快速疏散;现场警戒组第一时间设置警戒区域,确保救援通道畅通;灭火行动组迅速切断电源,熟练使用干粉灭火器对准火源根部实施扑救,有效控制火势蔓延。
在救援环节,疏散组及时进入“起火”宿舍开展搜救,成功将“晕倒人员”转移至安全区域,医疗救护人员随即开展应急救护处置。整个过程衔接紧密、行动高效,充分展现了各小组之间良好的协同配合能力。

演练结束后,全体人员在指定区域集结,疏散组对人员进行逐一清点,确认无人员滞留。灭火组报告明火已被完全扑灭,无复燃风险。现场指挥向总指挥汇报整体处置情况后,宣布解除警戒。

总结点评环节中,总经办行政部长李亮、后勤部长代波对本次演练进行了复盘总结,肯定了团队在演练过程中展现出的协同应急能力,并就需改进的环节提出了具体指导意见。要求部门人员在工作及生活中持续强化安全防护意识,养成良好习惯。应急管理部徐锡臣指出本次应急演练整体响应迅速、流程规范、协同有序,达到了预期效果。同时强调,要深刻认识应急演练与真实火灾现场处置之间的差异,针对演练各环节开展专项强化训练,加大演练频次,持续巩固员工安全意识。

此次演练不仅有效检验了NNI初期火灾应急处置预案的实操性,也进一步强化了员工消防安全意识和自救互救能力。下一步,NNI将持续开展各类安全培训与应急演练,不断夯实安全管理基础,筑牢企业高质量发展的安全屏障。