Untuk meningkatkan secara menyeluruh keterampilan komprehensif para karyawan Departemen Peralatan, pada tanggal 9 Juni 2025,Departemen Peralatan menyelenggarakan kegiatan latihan khusus bertema “Simulasi Penanganan Darurat Cedera Listrik” yang dilaksanakan di area distribusi daya bengkel nitrogen. Sebanyak 28 karyawan Tiongkok dan Indonesia dari berbagai subbagian Departemen Peralatan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.Melalui latihan simulasi ini,para karyawan menyadari secara mendalam bahaya serius dari cedera akibat sengatan listrik,dan menguasai metode pertolongan pertama yang benar saat menghadapi kecelakaaan sengatan listrik.
Berikut ini adalah beberapa jenis bahaya umum yang sering ditemui di tempat kerja :
1. Bahaya Keselamatan Kerja (Safety Hazard)
Kategori pertama, yaitu bahaya keselamatan kerja yang mana diartikan sebagai sebuah bahaya yang menyebabkan luka, cacat, dan kematian bagi pekerja maupun kerusakan pada properti. Dalam hal ini, dampak dari bahaya keselamatan kerja bersifat akut.
Bahaya keselamatan kerja dibagi lagi menjadi dua jenis bahaya yang perlu Anda ketahui, berikut penjelasannya.

Jenis bahaya keselamatan kerja yang pertama adalah bahaya mekanis. Bahaya mekanis merupakan bahaya yang ditimbulkan dari peralatan mekanis maupun benda gerak, baik secara manual maupun melalui penggerak.
Melalui peralatan mekanis yang digunakan, dapat menimbulkan cidera bagi pekerja, seperti terpotong, terjepit, tersayat, hingga terpeleset dan terjatuh.
Bahaya Elektrikal
ini dapat menyebabkan risiko kebakaran, korsleting, dan sengatan listrik bagi pekerja, sehingga keselamatan pekerja menjadi terancam.
Kategori kedua, yakni bahaya kesehatan kerja yang berdampak terhadap kesehatan pekerja serta penyakit akibat kerja (PAK). Dampak yang ditimbulkan dari bahaya ini lebih bersifat kronis.
Jenis bahaya kesehatan kerja yang pertama adalah bahaya fisik. Biasanya, jenis bahaya fisik ini dapat ditimbulkan dari temperatur ekstrem, radiasi, getaran, penerangan yang buruk, udara yang kurang bersih, dan lain sebagainya.
Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah bahaya fisik di tempat kerja, yakni menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar yang berlaku, gunakan ventilasi udara, sediakan alat peredam getaran, dan lain sebagainya.
Kedua, terdapat bahaya yang berasal dari bahan kimia beracun bagi tubuh manusia. Biasanya, zat kimia ini bisa masuk ke tubuh melalui mata, kulit, hidung, dan mulut melalui gas dan uap.
Adanya bahaya kimia tersebut dapat menimbulkan risiko bagi pekerja berupa sesak napas, iritasi, luka bakar, kerusakan mata, dan lain sebagainya. Untuk mencegah bahaya dari bahan kimia, para pekerja bisa menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar berlaku.

Selanjutnya, terdapat bahaya kesehatan kerja yang ditimbulkan dari ergonomi. Bahaya ergonomi sendiri dapat menimbulkan gangguan pada tubuh manusia secara fisik akibat cara kerja atau penempatan yang salah.
Biasanya, bahaya ergonomi bisa terjadi akibat tugas yang monoton, posisi kerja yang tidak sesuai postur pekerja, dan sebagainya. Maka dari itu, untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan cara menyediakan posisi kerja yang sesuai, tata letak tempat kerja yang mudah dijangkau, dan sebagainya.
Berikutnya, ada bahaya biologis yang berasal dari mikroorganisme di tempat kerja, seperti jamur, virus, dan bakteri yang menyebabkan gangguan kesehatan. Bahaya biologis tersebut dapat menimbulkan risiko berupa penyakit paru, tebakolosis, bagasosis, dan lainnya.
Upaya pencegahannya bisa dilakukan dengan cara isolasi penyakit, memperbaiki sanitasi, vaksinasi, menggunakan APD, dan sebagainya.
Bahaya dan risiko di tempat kerja terakhir adalah bahaya psikologis yang ditimbulkan akibat tekanan pekerjaan, adanya kekerasan, jam kerja yang terlalu panjang, stress, hingga tidak cocok dengan rekan kerja maupun atasannya.
Oleh sebab itu, untuk mengatasi bahaya psikologis bisa dilakukan dengan mengatur waktu yang baik. Mulai dari istirahat yang cukup, memberikan jam kerja yang tidak terlalu panjang, mengurangi tindak kekerasan, dan sebagainya.
为全面提高设备部员工的综合技能水平,2025年6月9日,设备部于氮气车间配电区组织开展了以“电气创伤应急模拟演练”为主题的专项演练活动,来自设备部各科室的28名中印尼籍员工全部参与其中。通过此次模拟演练,员工们深刻认识到电击伤的严重危害性,并掌握了在遭遇电击伤事故时正确的急救方法。以下是工作中常见的几种危害
1. 工作安全隐患是指造成劳动者伤残、死亡或者财产损失的危害,其影响程度较为严重。
职业安全危害分为两种危害类型,这里进行解释。

第一类职业安全隐患是机械隐患。机械隐患是指由机械设备或移动物体(手动或通过移动装置)造成的隐患。机械设备可能导致工人受伤,例如被割伤、夹伤、滑倒和跌倒。
电气危险是由电能引起的,这些危险可能导致火灾、短路、工人触电等危险,从而威胁工人的安全。
2.职业健康危害
第二类是影响劳动者的职业健康危害和职业病(PAK)。这类危害造成的影响更具慢性性。
物理危害
第一类职业健康危害是物理危害。通常,这类物理危害可能由极端温度、辐射、振动、不良照明、不洁净空气等引起。预防工作场所的物理危害有几种方法,即根据适用标准使用个人防护设备、使用空气通风、提供减震装置等。
化学危害
其次,有毒化学物质对人体存在危害。通常,这些化学物质会通过气体和蒸汽,经眼睛、皮肤、鼻子和嘴巴进入人体。化学危害的存在可能会对工人造成风险,例如呼吸困难、刺激、灼伤、眼损伤等。为了预防化学品危害,工人可以根据适用标准使用个人防护设备。
人体工程学危害
此外,还有人体工程学引起的职业健康危害。人体工程学危害本身可能会因不正确的工作方法或工作位置而导致人体出现身体疾病。通常,人体工程学危害的发生是由于单调的工作任务、与工人姿势不匹配的工作位置等原因造成的。因此,为了克服这些问题,可以通过提供合适的工作位置、方便的工作场所布局等方式来实现。
生物危害
其次,还有来自工作场所微生物的生物危害,例如真菌、病毒和细菌,它们会导致健康问题。这些生物危害可能导致肺部疾病、宫腔感染、肺结核等风险。预防工作可以通过隔离疾病、改善卫生条件、接种疫苗、使用个人防护装备等方式进行。
心理危险
工作场所中的最后一个危险和风险是由于工作压力、暴力、过长的工作时间、压力以及与同事或上级相处不融洽而导致的心理危险。因此,克服心理危险可以通过合理安排时间来实现。从充足的休息、不宜过长的工作时间、减少暴力行为等入手。
作者:NOLDI PALINGGI
部门:设备部