NNI 园区莫罗瓦里设备部开展消防安全培训活动
PELATIHAN KESELAMATAN KEBAKARAN DEPARTEMEN PERALATAN-CNGR NNI MOROWALI

新闻 人气:111 发布时间:2026-01-29

印尼内容

image.pngimage.png

Untuk lebih memperkuat manajemen keselamatan kebakaran di kawasan industri, meningkatkan kesadaran pencegahan kebakaran serta kemampuan tanggap darurat karyawan secara efektif, serta mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan kebakaran, Departemen Peralatan CNGR NNI Morowali telah menyelenggarakan pelatihan khusus keselamatan kebakaran pada tanggal 8 Januari 2026. Pelatihan ini dengan tema "Metode Pemeriksaan APAR, Cara Penggunaan APAR, dan Klasifikasi Kebakaran". Bertempat di Feronickel (Lantai 4, Tungku 1), pelatihan ini dipandu oleh petugas keselamatan Departemen Peralatan dan diikuti secara aktif oleh personel terkait dari Departemen Peralatan.
Seiring dengan terus berkembangnya skala produksi di kawasan industri, frekuensi pengoperasian berbagai jenis peralatan menjadi sangat tinggi, serta meningkatnya pekerjaan kelistrikan dan pekerjaan panas (hot work), sehingga manajemen keselamatan kebakaran menjadi semakin krusial.Sebagai peralatan pemadam kebakaran yang paling umum dan mendasar di lokasi produksi, kondisi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang baik serta penggunaan yang sesuai standar berpengaruh langsung terhadap keberhasilan pengendalian api pada tahap awal kebakaran.
Berdasarkan kebutuhan kerja di lapangan, Departemen Peralatan menyelenggarakan  pemeriksaan APAR, cara penggunaan yang benar, serta pengetahuan tentang klasifikasi kebakaran secara sistematis. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan kebakaran dan kemampuan praktis seluruh personel, guna mengawal serta menjamin keamanan produksi di kawasan industri.
Dalam sesi pelatihan, Petugas Keselamatan Departemen Peralatan terlebih dahulu memberikan pengenalan singkat mengenai berbagai jenis alat pemadam api, dengan fokus penjelasan pada APAR jenis Serbuk Kimia Kering (Dry Chemical Powder) dan Karbondioksida (CO2) yang sering digunakan di lapangan. Selanjutnya, instruktur memberikan penjelasan mendetail mengenai "Cara melakukan pemeriksaan APAR dengan benar".
Pertama, Pemeriksaan Fisik/Visual. Memeriksa apakah tabung pemadam mengalami deformasi (perubahan bentuk) yang jelas, korosi (karat), atau retakan; memastikan selang penyemprot (nozzle) dan tuas penekan dalam kondisi baik dan tidak rusak; serta memastikan segel timbal masih utuh.
Kedua, Pemeriksaan Tekanan. Melalui pengamatan pada jarum indikator tekanan (manometer) untuk memastikan apakah berada di zona hijau, guna menentukan apakah tekanan internal APAR normal, serta menghindari terjadinya kondisi tekanan rendah (underpressure) maupun tekanan berlebih (overpressure).
Ketiga, Pemeriksaan Masa Berlaku. Memverifikasi tanggal produksi dan tanggal pengujian APAR untuk memastikan bahwa alat tersebut masih dalam masa pakai yang valid, guna mencegah penggunaan APAR yang sudah kedaluwarsa.
Keempat, Pemeriksaan Penempatan. Memastikan apakah APAR diletakkan sesuai dengan posisi yang telah ditentukan, apakah rambu/label penanda terlihat jelas, dan apakah terdapat penghalang di area sekitarnya, guna menjamin alat dapat diambil dan digunakan dengan cepat dalam situasi darurat.
image.png

Berdasarkan penjelasan teori tersebut, instruktur memberikan penjelasan mendalam mengenai cara penggunaan APAR yang benar, serta menekankan pentingnya prinsip "Deteksi Dini, Penanganan Dini". Dalam pelatihan ini, petugas Keselamatan menjelaskan secara detail langkah-langkah standar penggunaan APAR, yaitu slogan empat kata yang sudah dikenal luas: "Angkat, Tarik, Pegang, Tekan":
"Angkat" —— Mengangkat APAR dan segera menuju ke arah datangnya angin (upwind) di lokasi sumber api;
"Tarik" —— Menarik pin pengaman (safety pin) APAR;
"Pegang" —— Memegang selang penyemprot dengan satu tangan dan mengarahkannya ke pangkal api (titik pusat api);
"Tekan" —— Menekan tuas dengan kuat, lalu menyemprotkan dari sisi ke sisi (gerakan menyapu) hingga api padam.
Pada saat yang sama, instruktur secara khusus mengingatkan bahwa saat memadamkan api, harus selalu berdiri di posisi arah datangnya angin (upwind) dan menjaga jarak aman untuk menghindari jilatan api (backfire) maupun cedera akibat asap. Jika api tidak dapat dikendalikan, segera lakukan evakuasi dan segera hubungi petugas pemadam kebakaran, jangan mengambil risiko secara sembarangan.
Untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam mengidentifikasi berbagai jenis kebakaran, pelatihan ini juga memberikan penjelasan sistematis mengenai pengetahuan klasifikasi kebakaran. Instruktur memperkenalkan jenis-jenis kebakaran yang umum terjadi, antara lain:
Kebakaran Kelas A: Kebakaran benda padat non-logam, seperti kayu, kertas, kain, dan sejenisnya;
Kebakaran Kelas B: Kebakaran bahan cair atau benda padat yang mudah mencair, seperti minyak, pelarut (solvent), dan sejenisnya;
Kebakaran Kelas C: Kebakaran gas, seperti gas alam,gas cair dan sejenisnya;


Kebakaran Kelas D: Kebakaran logam, seperti magnesium, bubuk aluminium, dan sejenisnya;
Kebakaran Kelas E: Kebakaran peralatan bertegangan listrik.
Dalam pelatihan ini ditekankan bahwa, jenis peralatan pemadam kebakaran harus dipilih sesuai dengan klasifikasi kebakaran yang dihadapi. Sangat dilarang menggunakan alat secara sembarangan untuk menghindari terjadinya bahaya tambahan atau memperluas dampak kecelakaan.
Materi pelatihan keselamatan kebakaran kali ini sangat relevan dengan kondisi produksi di lapangan, dengan penjelasan yang mudah dipahami serta bersifat praktis. Melalui metode yang menggabungkan teori dan demonstrasi langsung, para peserta mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh dan mendalam mengenai pemeriksaan APAR, cara penggunaan, serta klasifikasi kebakaran. Hal ini secara efektif meningkatkan kesadaran keselamatan kebakaran dan kemampuan tanggap darurat bagi seluruh karyawan Departemen Peralatan.
Departemen Peralatan menyatakan bahwa ke depannya akan terus memperkuat kegiatan pelatihan dan inspeksi keselamatan kebakaran, menyelenggarakan kegiatan edukasi keselamatan secara berkala, serta terus memperkokoh fondasi keamanan produksi di kawasan industri. Hal ini dilakukan guna menciptakan lingkungan produksi yang aman dan tepercaya bagi operasional yang stabil serta pengembangan berkualitas tinggi di Kawasan NNI CNGR Morowali.


为进一步加强园区消防安全管理工作,切实提升员工的火灾防范意识和应急处置能力,有效预防和减少火灾事故的发生,中伟 NNI 园区莫罗瓦里设备部于 2026 年1月8日 组织开展了一次以“安全灭火器检查方法、灭火器使用方法及火灾分类”为主题的消防安全专项培训。本次培训地点设在 镍铁厂4 楼1号炉值班室,由设备部安全员担任培训师,设备部相关人员积极参与。
随着园区生产规模不断扩大,各类设备运行频率高,用电、动火作业增多,消防安全管理显得尤为重要。灭火器作为生产现场最常见、最基础的消防器材,其状态是否完好、使用是否规范,直接关系到火灾初期能否得到有效控制。设备部结合实际工作需求,组织本次专项培训,旨在让员工系统掌握灭火器检查要点、正确使用方法以及火灾分类知识,提升全员消防安全意识和实操能力,为园区安全生产保驾护航。
培训中,设备部安全员首先对常见灭火器类型进行了简要介绍,重点讲解了现场常用的干粉灭火器和二氧化碳灭火器。随后,培训师围绕“如何正确检查灭火器”进行了详细说明
一是外观检查。检查灭火器筒体是否有明显变形、锈蚀、裂纹,喷管、压把是否完好无损,铅封是否完整。
二是压力检查。通过观察压力表指针是否处于绿色区域,判断灭火器内部压力是否正常,避免出现压力不足或过压的情况。
三是有效期检查。核对灭火器生产日期和检验日期,确保灭火器在有效使用期限内,防止使用过期灭火器。
四是摆放检查。确认灭火器是否按规定位置摆放,标识是否清晰,周围是否存在遮挡,确保紧急情况下能够迅速取用。
通过结合现场实物讲解,参训人员对灭火器日常检查流程有了更加直观和清晰的认识。
在理论讲解的基础上,培训师重点讲解了灭火器的正确使用方法,并强调了“早发现、早处置”的重要性。培训中,安全员详细讲解了灭火器使用的标准步骤,即大家熟知的“提、拔、握、压”四字口诀:
“提”——提起灭火器,迅速赶到起火点上风方向;
“拔”——拔掉保险销;
“握”——一手握住喷管,对准火焰根部;
“压”——用力压下压把,左右扫射灭火。
同时,培训师特别提醒,灭火时应始终站在上风口,保持安全距离,避免火焰回燃或烟气伤害;若火势无法控制,应立即撤离并及时报警,切勿盲目冒险。
为增强员工对不同火灾类型的识别能力,培训还系统讲解了火灾分类知识。培训师介绍了常见的火灾类型,包括:
A 类火灾:固体物质火灾,如木材、纸张、布料等;
B 类火灾:液体或可熔化固体火灾,如油类、溶剂等;
C 类火灾:气体火灾,如天然气、液化气等;
D 类火灾:金属火灾,如镁、铝粉等;
E 类火灾:带电设备火灾。
培训中强调,不同类型火灾应选择对应的灭火器材,严禁盲目使用,以免造成危险或扩大事故。
本次消防安全培训内容紧贴生产实际,讲解通俗易懂,实用性强。通过理论讲解与现场示范相结合的方式,使参训人员对灭火器检查、使用方法及火灾分类有了更加全面和深入的理解,有效提升了设备部员工的消防安全意识和应急处置能力。
设备部表示,今后将持续加强消防安全培训与检查工作,定期开展安全教育活动,不断夯实园区安全生产基础,为中伟 NNI 园区莫罗瓦里的稳定运行和高质量发展营造安全、可靠的生产环境。

发表评论
理性抒发己见,带 * 必填。