Dalam rangka memperkuat kesadaran keselamatan karyawan lini depan serta meningkatkan tingkat manajemen keselamatan produksi pada Furnace RKEF pengolahan bijih nikel laterit, baru-baru ini General Manager perusahaan menyelenggarakan pelatihan khusus di pusat pelatihan karyawan dengan tema “Identifikasi Potensi Bahaya Keselamatan dan Penanganan Darurat pada Furnace RKEF”, pelatihan ini diikuti oleh lebih dari 60 peserta, yang terdiri dari pimpinan di berbagai tingkat, tingkat manajemen Ferronickel 1 dan 2, serta perwakilan karyawan.

一、Mulai dari prinsip struktur, memperkuat dasar pemahaman keselamatan
Pada awal pelatihan, General Manager kombinasi pengalaman bertahun-tahun di bidang terkait, menjelaskan secara jelas dan mudah dipahami mengenai struktur inti serta karakteristik material furnace RKEF. Ia menyampaikan bahwa furnace RKEF sebagai peralatan inti dalam proses pirometalurgi bijih nikel laterit, terutama terdiri dari body tungku, sistem elektroda, sistem jaringan pendek, sistem pendingin, serta sistem ESP.
Terhadap proses, parameter, pengoperasian, General Manager menekankan pentingnya “Pengendalian yang presisi”. Ia menyampaikan bahwa pengendalian tegangan, elektroda, arus listrik, serta kestabilan slag dan suhu Furnace RKEF harus berada dalam rentang yang tepat, agar dapat menjamin efisiensi peleburan ferronickel sekaligus mengurangi keausan peralatan. “Setiap fluktuasi parameter berpotensi menjadi pemicu bahaya keselamatan,” ujar General Manager, “hanya dengan pengendalian yang presisi, lini pertahanan pertama keselamatan dapat diperkuat.”
二、Fokus pada pemeriksaan potensi bahaya, menganalisis akar penyebab kasus kecelakaan
Dalam sesi pemeriksaan potensi bahaya keselamatan, General Manager mengombinasikan kasus kecelakaan tipikal di bidang tersebut untuk melakukan analisis mendalam terhadap titik-titik risiko umum dalam produksi furnace RKEF.
Pengendalian keselamatan pada lingkungan kerja di lapangan juga tidak boleh diabaikan, General Manager selanjutnya menguraikan secara sistematis potensi bahaya keselamatan umum pada furnace RKEF: pertama, gangguan pada sistem elektrtoda, termasuk patah lunak elektroda, patah keras elektroda, serta penyimpangan posisi elektroda; kedua, erosi material refraktori pada body tungku yang dapat menyababkan penembusan dinding tungku dan kebocoran logam cair; ketiga, kegagalan sistem pendingin yang dapat memicu overheating dan deformasi peralatan; keempat, risiko pekerjaan di lapangan, seperti luka bakar suhu tinggi, cedera mesin, serta keracunan dan asfiksia. Terhadap potensi bahaya tersebut, ia menekankan prinsip pemeriksaan “partisipasi seluruh karyawan, pengendalian sepanjang proses”, mewajibkan pelaksanaan sistem inspeksi “sebelum kerja, saat kerja, dan setelah kerja” secara ketat, poin pemeriksaan meliputi ketinggian karbon pasta, suhu contact unit, tekanan air pendingin, serta kekedapan body tungku dan bagian-bagian penting lainnya.
三、Memperkuat penanganan darurat, meningkatkan kemampuan praktik lapangan
“Pemeriksaan potensi bahaya merupakan dasar, penanganan darurat adalah kunci utama.” pada sesi penjelasan langkah-langkah darurat, General Manager mengombinasikan kondisi aktual perusahaan, menjelaskan secara rinci prosedur penanganan berbagai jenis kecelakaan pada furnace RKEF. Terhadap kecelakaan patah lunak elektroda, ia mengemukakan langkah penanganan “memutuskan daya terlebih dahulu, kemudian lakukan isolasi, dan selanjutnya perbaikan”: pertama, segera memutuskan sumber daya tungku untuk mencegah perluasan kecelakaan; kemudian pembersihan dengan nitrogen untuk mengisolasi gas buang bersuhu tinggi, guna menghindari luka bakar pada personel; terakhir, mengorganisir tenaga profesional untuk memotong cashing elektroda yang terbakar, melakukan pengelasan ulang elektroda, serta proses baking guna memastikan peralatan kembali beroperasi dengan aman.
Terhadap kecelakaan major seperti kebocoran body tungku, General Manager menekankan prinsip “keselamatan jiwa sebagai prioritas utama, penyelamatan secara ilmiah”. Ia mengharuskan personel di lapangan segera mengaktifkan rencana evakuasi darurat, serta mengarahkan karyawan untuk segera menuju area aman; pada saat yang sama, dilakukan pembendungan pada titik kebocoran dengan menggunakan pasir, tanah, APAR jenis dry chemical powder untuk mencegah penyebaran cairan nikel secara luas. “penanganan darurat tidak boleh bertindak secara sembarangan tanpa pertimbangan,” ujar General Manager, “setiap langkah harus berlandaskan pada keselamatan personel sebagai prioritas, serta berpedoman pada metode yang ilmiah.”
“Hanya dengan memperlakukan simulasi sebagai kondisi nyata, barulah dapat tetap tenang dalam menghadapi kecelakaan yang sesungguhnya,” tegas General Manager “Berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh hari ini ke dalam pekerjaan aktual, sehingga benar-benar dapat mewujudkan ‘Identifikasi dini potensi bahaya, penanganan cepat pada kecelakaan’.”

四、Jelas poin-poin pemeliharaan, membangun mekanisme keselamatan jangka panjang
Terakhir, General Manager dengan berfokus pada inspeksi dan pemeliharaan furnace RKEF, mengusulkan mekanisme manajemen terpadu “perawatan harian, maintenance berkala, pemeriksaan khusus”. Dalam aspek perawatan harian, karyawan diwajibkan setiap shift memeriksa jumlah pengisian karbon pasta, tekanan dan kualitas air pada sistem pendingin, serta membersihkan akumulasi debu pada sistem esp secara tepat waktu; dalam aspek maintenance berkala, pemeriksaan terhadap control tube elektroda, sistem jaringan pendek serta pengukuran ketebalan material refraktori body tungku dijadikan sebagai poin utama, guna memastikan peralatan selalu berada dalam kondisi operasi yang aman.
“Manajemen keselamat bukanlah pekerjaan yang bersifat sementara, melainkan merupakan tugas jangka panjang,” tegas General Manager pada penutupan pelatihan, “berharap seluruh peserta menjadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk semakin memperkuat kesadaran keselamatan, meningkatkan kemampuan kerja, serta bersama-sama menjaga keselamatan produksi perusahaan. Hanya dengan setiap orang peduli terhadap keselamatan, setiap pekerjaan mengutamakan keselamatan, setiap saat mengingat keselamatan, setiap tempat menuntut keselamatan, perusahaan dapat mencapai perkembangan berkualitas tinggi.”
为强化一线员工安全意识,提升红土镍矿RKEF电炉生产安全管理水平,近日,公司总经理在职工培训中心开展了一场题为“RKEF电炉安全隐患识别与应急处置”的专项授课,公司各级管理干部、镍铁一二厂管理层、员工代表等60余名员工参加了培训。

从结构原理入手,夯实安全认知基础
授课伊始,总经理结合多年行业经验,深入浅出地讲解了RKEF电炉的核心结构与材质特性。他指出,RKEF电炉作为红土镍矿火法冶炼的核心设备,主要由炉体、电极系统、短网系统、冷却系统和除尘系统构成。
针对工艺、参数、操作,总经理强调了“精准管控”的重要性。他表示,RKEF电炉的电压、电极、电流等控制区间,炉渣、炉温稳定才能在保证镍铁冶炼效率,同时减少设备损耗。“每一个参数的波动,都可能成为安全隐患的导火索,”总经理说,“只有精准把控,才能筑牢安全第一道防线。”
聚焦隐患排查,剖析事故案例根源
在安全隐患排查环节,总经理结合行业典型事故案例,深入剖析了RKEF电炉生产中的常见风险点。
现场作业环境的安全管控同样不容忽视,总经理进一步梳理了RKEF电炉的常见安全隐患:一是电极系统故障,包括电极软断、电极硬断、电极偏摆等;二是炉体耐火材料侵蚀,可能导致炉壳烧穿、钢水泄漏;三是冷却系统失效,引发设备过热变形;四是现场作业风险,如高温烫伤、机械伤害、中毒窒息等。针对这些隐患,他强调了“全员参与、全过程管控”的排查原则,要求员工严格执行“班前、班中、班后”三检制度,重点检查电极糊高度、铜瓦温度、冷却水压、炉体密封性等关键部位。
强化应急处置,提升现场实战能力
“隐患排查是基础,应急处置是关键。”在应急措施讲解环节,总经理结合公司实际情况,详细介绍了RKEF电炉各类事故的处置流程。针对电极软断事故,他提出了“先断电、后隔离、再修复”的处置步骤:首先立即切断电炉电源,防止事故扩大;然后通过氮气吹扫隔离高温烟气,避免人员烫伤;最后组织专业人员割除烧损电极壳,重新焊接电极并进行焙烧,确保设备安全恢复。
针对炉体泄漏等重大事故,总经理强调了“生命至上、科学施救”的原则。他要求现场人员第一时间启动应急疏散预案,引导员工撤离至安全区域;同时,利用沙土、干粉灭火器等对泄漏点围挡,防止铁水大面积扩散。“应急处置不能盲目蛮干,”总经理说,“每一个步骤都要以保障人员安全为前提,以科学方法为指导。”
只有把演练当实战,才能在真正的事故面前临危不乱,”总经理强调,“希望大家把今天学到的知识运用到实际工作中,真正做到‘隐患早发现、事故早处置’。”

明确维护要点,建立长效安全机制
最后,总经理围绕RKEF电炉的检查与维护,提出了“日常保养、定期检修、专项检测”三位一体的管理机制。在日常保养方面,要求员工每班检查电极糊填充量、冷却系统水压和水质,及时清理除尘系统积灰;在定期检修方面,对电极把持器、短网系统炉体耐火材料厚度检测等列为重点,确保设备始终处于安全运行状态。
“安全管理不是阶段性工作,而是一项长期任务,”总经理在授课结尾时强调,“希望大家以此次培训为契机,进一步强化安全意识,提升业务能力,共同守护公司生产安全。只有人人讲安全、事事为安全、时时想安全、处处要安全,才能实现企业的高质量发展。”